Analisis Novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi: Kajian Psikologi Sastra

Authors

  • M. Safii Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35126/ilman.v7i2.51

Keywords:

kepribadian, tokoh, novel negeri lima menara, ranah tiga warna, psikologi sastra

Abstract

penelitian ini bertujuan mengungkapkan struktur yang membangun novel dan aspek kepribadian tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi. Untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh Alif Fikri digunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek kepribadian tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara (2009) dan Ranah Tiga Warna (2011) Karya A. Fuadi. Data yang dipakai menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat yang digunakan adalah teknik membaca heuristic dan hermeneustik. Secara struktur dapat disimpulkan bahwa tema dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi adalah “kesabaran dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu akan berbuah kesuksesan”. Alur dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna  menggunakan alur campuran. Tokoh dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna yaitu terdiri tokoh utama (Alif Fikri) dan tokoh tambahan (Amak, Ayah, Randai, Atang, Raja, Said, Baso, Dulmajid, Raisya, dan Bang Togar). Latar tempat dalam Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna menggunakan daerah tempat (Maninjau, Bukittinggi Sumatera Barat, Ponorogo Jawa Timur, Bandung, Washington Amerika Serikat, Canada, dan London Inggris). Latar waktu yang diperkirakan mulai tahun,  1988 sampai 2003, dan latar social (kehidupan keluarga sederhana yang Islami dengan berpadu budaya Sumatera Barat, Jawa Timur serta suasan lingkungan pendidikan). Secara psikologis tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi, dianalisis menggunkana teori kepribadian Sigmund Freud; (1) Tokoh Alif Fikri dilihat dari segi insting mempunyai insting hidup dan insting mati, (2) Dari segi distribusi dan pemakian energy, tokoh Alif Fikri mempunyai energy Superego lebih besar daripada energy yang diberikan id dan ego, (3) Tokoh Alif Fikri mengalami pengaruh alam bawah sadar yang besar karena adanya tekanan, (4) Tokoh Alif Fikri mempunyai kecemasan dalam kehidupan yang dijalaninya, (5) Tokoh Alif Fikri mempunyai teori mimpi dalam kehidupannya yang digunakan sebagai motivasi dalam hidupnya. Alif Fikri adalah tokoh yang memiliki kepribadian; (1) Taat kepada Allah SWT, dan kedua orang tua, (2) Mandiri, (3) Tidak memiliki pendirian yang kuat, (4) Pantang menyerah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Ma’ruf & Imron, A. (2009). Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Solo: Cakra Books

Al Ma’ruf & Imron, A. (2010). Kajian Stilistika: Perspektif Kritik Holistik. Surakarta: Sebelesa Maret University Press.

Fuadi, A. (2009). Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna. Jakarta: Gramedia.

Minderop, A. (2010). Psikologi Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nurgiyantoro, B. (2007). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2009). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Dimensions Badge

Published

Published: 2022-06-01
Abstract View: 310 times
Download pdf Download: 124 times

How to Cite

Safii, M. . (2022). Analisis Novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi: Kajian Psikologi Sastra. Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajemen), 7(2), 21-29. https://doi.org/10.35126/ilman.v7i2.51

Issue

Section

Articles